Temukan Rumah Ideal Anda 

Facebook Twitter Gplus RSS

Tangga yang aman dan nyaman

Dalam membuat desain arsitektur hunian bertingkat, tangga termasuk bagian utama untuk diperhitungkan. Karena selain menjadi penghubung lantai bawah dan atas, tangga dapat diolah menjadi titik fokus yang impresif. Jenis dan bahan tangga cukup variatif, mulai yang berbentuk lurus atau siku sederhana, juga tangga putar dengan konstruksi lebih rumit. Tangga bentuk miring dan lengkung lebih artistik dengan ketelitian tinggi saat merancangnya.

Sementara itu, bahan dan material untuk tangga juga cukup variatif. Umumnya yang dipakai adalah kayu, beton bertulang, dan baja dengan bentuk-bentuk telah disesuaikan dengan arsitektur, juga selera sang pemilik rumah. Namun, di balik fungsi pentingnya, ada beberapa kiat praktis ketika Anda hendak membuat tangga. Simak berikut ini:

- Posisi tangga sebagai perantara lantai atas dan bawah jangan sampai mengganggu fungsi dan tata letak ruangan yang ada.

- Buatlah derajat kemiringan tangga yang landai untuk menyokong kenyamanan dan keamanan penggunanya. Caranya, perhatikan tinggi anak tangga yang berkisar 15-20 sentimeter dan lebar tangga minimal 20 sentimeter.

- Untuk menghindari curam dan licinnya anak tangga, gunakan step nosing yang berfungsi sebagai antislip di pinggiran anak tangga. Bahan antislip bisa berupa alumunium, kayu, keramik, dan karet. Pilihan lain, Anda bisa merekatkan karpet di seluruh anak tangga agar nyaman saat menaiki.

- Faktor kenyamanan juga dapat tercipta dari penempatan bordes atau area pada pertemuan antara dua segmen tangga di bagian tengah tangga. Area itu berbentuk pelat datar dan lebar berbanding anak tangga lainnya, yang berguna untuk beristirahat beberapa saat sebelum melangkah kembali.

- Railing dan baluster adalah bagian wajib dari tangga sebagai pendukung keamanan. Railing adalah pegangan, sedangkan baluster sebagai pagar tangga. Untuk memilih bahan dan desain kedua bagian tangga ini, ada baiknya menyatu dan disesuaikan dengan konsep interior rumah. Material yang bisa dipakai seperti bahan kayu, beton, logam, besi cor, atau kaca.

Pada rumah tinggal kebanyakan, tangga berbentuk huruf U dan L sangatlah digemari. Ini disebabkan tangga jenis tersebut dapat dipadukan secara baik dengan denah dan struktur rumah yang pada umumnya berbentuk persegi empat. Bentuk tangga juga bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan lokasi peletakan tangga tersebut. Tangga jenis melingkar, misalnya. Butuh trik khusus untuk meletakkan tangga jenis ini. L  bentuknya yang cukup besar, sebaiknya tangga jenis ini diletakkan pada space khusus di ruangan yang cukup luas.

Tangga memiliki beberapa bagian:

1. Ada ibu tangga atau string; bagian tersebut termasuk konstruksi utama tangga yang memegang anak tangga dan dapat menjadi bagian yang terpisah ataupun menyatu dengan konstruksi bangunan.

2. Bagian kedua adalah anak tangga, yaitu bagian tempat untuk kaki berpijak.

3. Ketiga adalah pegangan tangga atau railing, sering pula disebut handrail. Bagian ini merupakan tempat bertumpunya tangan saat Anda menggunakan tangga.

4. Pagar tangga atau baluster adalah bagian yang menghubungkan ibu tangga dengan railing, serta berfungsi sebagai pagar pengaman. Bagian terakhir adalah bordes yang merupakan tempat kita beristirahat saat menaiki tangga. Biasanya bordes memiliki bentuk pelat datar.

(kompas.com dan beberapa tambahan)

 

Leave a Reply

*

Home Berbagi Tips Tangga yang aman dan nyaman