Temukan Rumah Ideal Anda 

Facebook Twitter Gplus RSS

Potret Penyiksaan Manusia di Rumah Sakit Angker

Rumah sakit sering menyimpan cerita misteri. Aroma obat yang tidak menyenangkan, tangis duka cita, dan banyaknya orang yang menghembuskan napas terakhir di sana, membuat rumah sakit selalu meninggalkan kesan seram.

Selain rumah sakit umum, rumah sakit jiwa dan sanatorium juga menyimpan banyak cerita menyedihkan. Di tahun 1800, ada banyak metode menyakitkan dan mengerikan untuk mengembalikan kesembuhan pasien yang mengalami gangguan jiwa. Pasien dengan gangguan mental sering dijadikan bahan percobaan untuk perkembangan ilmu kedokteran. Mereka dianggap manusia kelas rendah, sehingga dapat dijadikan kelinci percobaan, bahkan jika mereka harus kehilangan nyawa akibat percobaan tersebut.

Ada banyak rumah sakit jiwa di seluruh dunia yang ditinggal begitu saja sejak puluhan tahun. Rumah sakit tersebut dibiarkan terbengkalai tanpa perawatan, bahkan kerusakan tampak jelas di dalamnya. Hal tersebut membawa Eric Vernor, dari Indiana untuk mengabadikan sisi gelap berbagai rumah sakit jiwa dalam foto. Proyek tersebut dituangkan dalam buku yang diberi judul Haunted Asylums.

“Suasana rumah sakit sudah lebih dari cukup untuk membenarkan laporan penampakan dan cerita aneh pertemuan dengan hantu,” ujar sang penulis.

 

Rumah Rubuh, Satu Keluarga Menjadi Korbannya

Pondasi rumah yang kuat adalah faktor penting agar rumah menjadi awet dan tidak membahayakan penghuninya Rumah ditinggali setiap hari dan haruslah aman untuk dijadikan tempat tinggal. Banyak orang yang melupakan perawatan rumah dan bagian-bagian pentingnya seperti perawatan atap dan tembok secara berkala. Rumah bisa rusak karena banyak hal dan berbahaya bagi penghuninya.

Secara tiba-tiba sebuah rumah di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ambruk. Kala itu, penghuninya sedang berada di dalam rumah dan mengakibatkan empat orang anggota keluarga mengalami luka-luka. Diduga penyebab terjadi ambrolnya atap rumah tersebut karena hujan deras yang tak kunjung usai dan bangunan rumah yang sudah tidak memadai. Empat korban dari tragedi ini, tiga di antaranya menderita luka ringan dan satu lagi hingga patah tulang. Petugas dari BPBD Kabupaten Sukabumi telah mengirimkan bantuan darurat kepada seluruh korban. Menurut Kepala BPBD, cuaca buruk beberapa hari mengakibatkan bangunan rumah itu semakin rapuh dan akhirnya rubuh.

Akhir-akhir ini cuaca di Sukabumi sedang buruk dan tidak menentu. Guyuran hujan deras dan angin kencang menerpa kota yang berhawa sejuk itu. Selain mengakibatkan ambruknya rumah di salah satu desa, cuaca buruk juga berpotensi bencana alam di Kabupaten Sukabumi sangat tinggi, ditambah musim hujan yang belum juga berakhir. Kepala BPBD Sukabumi mengatakan bahwa di musim hujan ini seluruh daerah rawan terjadi bencana baik banjir, longsor, angin puting beliung dan lain-lain. Untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa, dinasnya sudah menurunkan puluhan relawan dan petugas.

Tidak hanya di Sukabumi, cuaca buruk memang kerap terjadi di Indonesia. Penyebabnya adalah iklim yang tidak stabil dan global warming. Bulan Juni seharusnya sudah memasuki musim kemarau namun faktanya hujan deras masih saja sering turun. Hal ini tentu menambah beban bagi sebagian orang yang terkena imbas dari buruknya cuaca hari-hari ini. Antisipasi kemungkinan buruk terjadi pada diri Anda atau rumah Anda dengan selalu mengecek dan merawat rumah secara berkala agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.